Bagi setiap orang tua, pasti memiliki cara mendidik anak dengan caranya masing-masing. Tapi perlu diingat oleh para orang tua, untuk mendidik anak, jangan hanya berdasarkan pemikiran dari orang tua. Kadang apa yang dipikirkan orang tua ini terbaik untuk anak, tidak berarti itu yang dibutuhkan oleh anak. Kalian juga perlu memberikan kesempatan anak untuk memberikan pendapat apa yang mereka inginkan. Apalagi di saat mereka udah bisa berkata-kata, dan sudah bisa mengekspresikan diri. Berikan dia kesempatan untuk memilih. Jika mereka pun memilih dengan keliru, orang tua jangan langsung marah dan menghukum. Berikan dia pengertian, karena mereka pun baru dengan hal ini. Semua pasti pernah melakukan kesalahan pada sesuatu yang baru bagi orang tersebut.

Tingkatkan Tumbuh Kembang Anak di Era New Normal - Farmaku.com

Memberikan Keinginan Anak Sesuai Batasan Dan Kapasitasnya

Kadang ada beberapa orang tua yang pernah merasakan hidup keras, sehingga ingin memberikan apa pun keinginan anaknya. Dan memberikan apa yang dulu kalian tidak dapatkan kepada anak. Itu bagus, tapi juga ada batasnya. Ingan anak bukan ajang membalas dendam dengan apa yang kalian rasakan di masa lalu orang tua. Dan tidak semua yang kalian berikan dibutuhkan oleh anak. Lihat juga kapasitasnya, apakah dia sanggup dan mampu menerimanya. Apa dia sudah bisa mempertanggung jawabkan dengan apa yang dia miliki. Itu juga perlu jadi pertimbangan orang tua. Makanya penting membangun hubungan yang baik dengan anak, komunikasi dengan anak. Sehingga anak pun berani untuk memberikan pendapat dan ekspresikan dirinya kepada kalian orang tua.

Jelaskan Pada Anak Akan Setiap Langkah Yang Diambilnya, Dan Risiko Dari Setiap Keputusan

Berikanlah anak kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri. Sehingga dia bisa berani, dan tidak akan bergantung pada orang lain terus menerus. Dan untuk itu, orang tua wajib membingin anaknya. Selalu berikan pengertian padanya, jika sang anak mengambil keputusan A, risikonya akan seperti apa. Jika anak mengambil keputusan B, risiko nya seperti apa. Siap tidak mereka dengan risikonya? Mampu enggak. Biar mereka tidak sembarang ambil keputusan, dan mereka akan mempertimbangkannya terlebih dahulu. Dan anak akan merasakan kepercayaan yang diberikan oleh orang tua kepadanya. Sehingga dia akan semakin terbuka kepada orang tua dengan apapun isi pemikiran mereka. Dan orang tua juga berhak marah atau mengambil tindakan tegas, jika anak melakukan kesalahan, terutama dengan keadaan sadar dan sengaja. Agar anak tahu dia salah, dan itu tidak baik. Sehingga mereka bisa belajan hal baik dan tidak baik. Kadang orang tua yang terlalu memanjakan anak, selalu membenarkan anak meskipun dia salah, membuat anak menjadi seenaknya, dan tidak bisa bertumbuh menjadi pribadi yang baik. Ini malah akan mempersulit anak di kedepannya saat dia melakukan sosialisasi dengan orang lain.